Suka dan duka penjaga kuburan selama bertahun - tahun


News jambi -Tempat peristirahatan kita terakhir
adalah kuburan. Jasad orang yang
dikubur akan hancur dan sirna
termakan waktu. Kuburan pun kerap
dikonotasikan sebagai tempat
menyeramkan. Banyak hantu dan
setannya. Terlebih pada malam hari,
sering orang merasa takut jika lewat
pemakaman. “Serem…” kata itu yang
sering terlontar dari mulut orang.
Seram bagi orang lain, tidak begitu
dengan Bapak Jalil. Bapak asal
Menur I No 38 Surabaya ini malah
memilih kuburan sebagai tempat
kerjanya. Lebih dari 15 tahun menjaga
makam, membuat Bapak kelahiran
1943 ini kehilangan rasa seram dan
takut.
Menurutnya, pemakaman memang
identik dengan hal-hal yang
menakutkan. Tapi, itu berlaku hanya
buat orang awam saja. Jika sudah
terbiasa, hal-hal seperti itu hanya
angin lalu saja. Bahkan, sama sekali
tidak berarti. Maklum, setiap harinya
mulai pukul 06.00 hingga larut malam
Bapak Jalil berada di pemakaman.
Bicara suka dukanya menjadi penjaga
makam, kata Bapak Jalil, sama saja
dengan pekerjaan lainnya. Ada enak
dan tidak enaknya. Menurutnya, selain
itung-itung beramal karena merawat
kuburan orang-orang yang meninggal,
rasa suka datang ketika mendapat
uang dari penziarah. Sedangkan
dukanya adalah penghasilannya yang
tidak cukup. Bapak Jalil yang
mempunyai empat anak ini hanya
mendapat Rp. 250 Ribu setiap bulan.
Bapak Jalil mengaku selalu
menikmati pekerjaannya. Buah kerja
kerasnya telah mengantarkan anak-
anaknya ke sekolah yang lebih tinggi.
Keseharian Bapak Jalil setiap harinya
adalah memantau dan memeriksa
kuburan. Terutama mengenai
kebersihan makam dari rumput liar
dan bidang tanah yang terkadang
menurun, ada sekitar ratusan makam
yang di rawat oleh Bapak Jalil.
Biasanya penjiarah banyak datang di
hari Kamis atau Minggu. Sedangkan
puncaknya ketika menjelang bulan
Ramadhan. Saat itu, hampir semua
penjaga makam akan mendapat
banyak uang. Itu karena penjiarah
tidak segan-segan memberi uang
rawat makam lebih dari biasanya.
Tepatnya Rabu, 10 Juni 2015 Tim
Mustahiq memberikan santunan rutin
setiap bulannya kepada Bapak Jalil,
untuk meringankan kebutuhannya
sehari-hari. Semoga dengan bantuan
tersebut bisa bermanfaat. Aamiin jambi -Tempat peristirahatan kita terakhir
adalah kuburan. Jasad orang yang
dikubur akan hancur dan sirna
termakan waktu. Kuburan pun kerap
dikonotasikan sebagai tempat
menyeramkan. Banyak hantu dan
setannya. Terlebih pada malam hari,
sering orang merasa takut jika lewat
pemakaman. “Serem…” kata itu yang
sering terlontar dari mulut orang.
Seram bagi orang lain, tidak begitu
dengan Bapak Jalil. Bapak asal
Menur I No 38 Surabaya ini malah
memilih kuburan sebagai tempat
kerjanya. Lebih dari 15 tahun menjaga
makam, membuat Bapak kelahiran
1943 ini kehilangan rasa seram dan
takut.
Menurutnya, pemakaman memang
identik dengan hal-hal yang
menakutkan. Tapi, itu berlaku hanya
buat orang awam saja. Jika sudah
terbiasa, hal-hal seperti itu hanya
angin lalu saja. Bahkan, sama sekali
tidak berarti. Maklum, setiap harinya
mulai pukul 06.00 hingga larut malam
Bapak Jalil berada di pemakaman.
Bicara suka dukanya menjadi penjaga
makam, kata Bapak Jalil, sama saja
dengan pekerjaan lainnya. Ada enak
dan tidak enaknya. Menurutnya, selain
itung-itung beramal karena merawat
kuburan orang-orang yang meninggal,
rasa suka datang ketika mendapat
uang dari penziarah. Sedangkan
dukanya adalah penghasilannya yang
tidak cukup. Bapak Jalil yang
mempunyai empat anak ini hanya
mendapat Rp. 250 Ribu setiap bulan.
Bapak Jalil mengaku selalu
menikmati pekerjaannya. Buah kerja
kerasnya telah mengantarkan anak-
anaknya ke sekolah yang lebih tinggi.
Keseharian Bapak Jalil setiap harinya
adalah memantau dan memeriksa
kuburan. Terutama mengenai
kebersihan makam dari rumput liar
dan bidang tanah yang terkadang
menurun, ada sekitar ratusan makam
yang di rawat oleh Bapak Jalil.
Biasanya penjiarah banyak datang di
hari Kamis atau Minggu. Sedangkan
puncaknya ketika menjelang bulan
Ramadhan. Saat itu, hampir semua
penjaga makam akan mendapat
banyak uang. Itu karena penjiarah
tidak segan-segan memberi uang
rawat makam lebih dari biasanya.
Tepatnya Rabu, 10 Juni 2015 Tim
Mustahiq memberikan santunan rutin
setiap bulannya kepada Bapak Jalil,
untuk meringankan kebutuhannya
sehari-hari. Semoga dengan bantuan
tersebut bisa bermanfaat. Aamiin

#newsjambi

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Suka dan duka penjaga kuburan selama bertahun - tahun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel