Hari kebangkitan kiamat manusia akan di bangkitkan dengan tulang sulbi


News jambi berita99 - manusia akan di bangkitkan dari tulang ekor

Tiada bagian dari tubuh manusia akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya
manusia dirakit (dibangkitkan) kembali pada hari kiamat.

Hadist tentang tulang ekor :
( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 ).
Banyak al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan tentang
bukti kebesaran allah yang satu ini, yaitu tulang ekor yang tidak akan hancur walaupun dibakar ataupun dididihkan,
yang tak kalah herannya juga, dari tulang ekor inilah manusia akan di bangkitkan nanti di alam Mahsyar.

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim
(nomor 2955), Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian
tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”

Kenapa tulang ekor tidak bisa hancur ?
Pertanyaannya sekarang, siapa yang akan
membangkitkan tulang belulang yang sudah hancur itu? Karena seakan-akan keajaiban ini tidak bisa di nalar oleh logika kita selaku insan yang memiliki akal. Beda lagi kalau kita hanya di tuntut untuk beriman dengan rahasia allah ini.

Satu ayat yang mungkin bisa menjawab permasalahan ini
ialah yang terdapat pada surat Yaasin, ayat 78-79 yang artinya: “Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang
dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).
Kedua dasar dalam islam ini (al-Qur’an dan al-Hadits)
sudah cukup menjelaskan tentang kebesaran dan keajaiban
allah dalam hal penciptaan manusia dan kebangkitannyananti. Dan selama ini kita hanya dituntut untuk beriman
terhadap keterangan-keterangan al-Qur’an yang di yakini kebenarannya.

Tanpa kita dituntut untuk mengetahui apakah hal itu masuk
akal apa tidak? Bagaimana orang yang sudah mati beberapa abad yang lalu bisa hidup kembali?. Apakah hal
itu benar adanya apa tidak? Yang jelas kalau kita nalar dengan pikiran kritis, permasalahan itu sudah pasti akan
menemukan titik buntu, tidak akan menemukan jawabannya.

Misteri tulang ekor manusia ?
Bukti Ilmiah
Belasan abad lamanya, keterangan al-Qur’an dan Hadits tersebut, terkait dengan adanya tulang ekor hanya menjadi
hal yang ghaib, dipertanyakan hingga tidak menemukan pangkal ujungnya. Berselang berjalannya waktu dan bergantinya zaman,
penelitian ilmiah mencoba meneliti tulang ekor itu, dan mereka membenarkan hadits tersebut, bahwa tulang ekor
itu tidak akan hancur walaupun dibakar atau di didihkan, atau cara lain yang bisa menghancurkan dia. Ternyata dia
tidak bisa hancur, meskipun dia di hancurkan, dia akan membentuk bagian sendiri.

Dan setelah diteliti lebih lanjut, ternyata penciptaan manusia memang berawal dari tulang ekor tersebut.
Mereka sepakat bahwa tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, yang biasa disebut
dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga.
Masalahnya sekarang, siapa saja yang membuktikan kebesaran allah dalam ranah penelitian ilmiah ini?
Orang yang sangat berjasa dalam penelitian ini dan orang yang pertama kali meneliti tentang tulang ekor ini ialah
Hans Spemann, seorang ilmuan dari Jerman bersama
timnya, dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan
adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula.Dalam penelitiannya, ia memotong tulang ekor dari
sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam
embrio Organizer atau pengorganisir pertama. Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan
janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak.
Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio)
yang memiliki dua lapisan.
Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding
uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.
Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah
ada sejak pembentukan janin pertamakalinya. Pada hari
ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive
node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti
ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.
Ø Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
Ø Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive
(pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi,
jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine
(selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem
limpa, limpa dan kulit luar.
Ø Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim
digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang
berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan
pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan
saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang
mereka sebut sebagai Tulang Ekor.
Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang
ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan
suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat
lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba
mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih
dalam tahap permulaan embrio.
Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk
janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun
telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini
tidak ‘hancur’.
Perjalanan penelitian Hans Spemann dan timnya dimuali
sejak tahun 1931, mereka mencoba mengisolasi pita
pertama tersebut dan menanamkannya pada salah satu
gen hewan amfibi. Ternyata sel itu tumbuh pada poros lain
di luar poros janin indungnya.
Pada tahun 1932 mereka juga mengisoalasi pita pertama
tersebut lalu mendidihkannya untuk kemudian ditanam
pada janin lain. Ternyata ia tetap menumbuhkan sel-selnya
secara mandiri, tidak terpengaruh oleh proses pendidihan
tadi.
Akhirnya pada tahun 1935 Hans Spemann dianugerahi
Nobel dalam bidang biologi sebagai penghargaan atas
penemuan The Primary Organizer dan perannya dalam
penciptaan seluruh struktur jaringan, organ dan sistem
janin. Ia juga menemukan bahwa organ ini tidak akan
musnah untuk selama-lamanya.
Perkembangan ilmu pengetahuan semakin berkembang,
sehingga merangsang ilmuan muslim untuk meneliti dan
membuktikan sendiri tentang kebesaran allah ini.
Ilmuan muslim itu ialah Dr. Othman al Djilani dan Syaikh
Abdul Majid, mereka berdua melakukan penelitian pada
bulan Ramadhan 1423 H, yang di mulai dengan
memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10
menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat.
Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki
Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti
oleh Dr. al Olaki, pfofesor bidang histology dan pathologi
di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada
jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu
dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.
Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir,
sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer
Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka
puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk,
“Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini
merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir
hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan
baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan
berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih
atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau
kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya,
dan semakin banyak energy negatif atau keburukan
seseorang, maka semakin hitamlah tulang ekornya.
Bukti Kebesaran Allah
Dari penelitian tersebut, dapat kita lihat bahwa balasan
pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari
tulang ekor inilah, manusia akan kembali diciptakan, dan
mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-
amal mereka.
Manusia akan dibangkitkan kembali sesuai dengan tipe
masing-masing tulang ekornya. Jika tulang ekor ini milik
si A maka dia akan bangkit sebagai A, jika tulang ekor itu
milik si B maka dia akan bangkit sebagai B.
Dan akhirnya, segala memori yang tersimpan di dalamnya
akan terbuka lembar demi lembar serta satu persatu tanpa
terkecuali, semuanya tergantung dari perjalanan hidup yang
dilalui masing-masing pemilik tulang ekor. Kelak di
akhirat, tiap-tiap memori dalam tulang ekor pasti akan dibuka seperti rekaman LCD di sebuah layar besar
BUKTI KEBESARAN ALLAH PADA TULANG EKOR
Tiada bagian dari tubuh manusia akan hancur (dimakan
tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya
manusia dirakit (dibangkitkan) kembali pada hari kiamat.
( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 ).
Banyak al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan tentang
bukti kebesaran allah yang satu ini, yaitu tulang ekor yang
tidak akan hancur walaupun dibakar ataupun dididihkan,
yang tak kalah herannya juga, dari tulang ekor inilah
manusia akan di bangkitkan nanti di alam Mahsyar.
Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim
(nomor 2955), Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah
Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian
tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali
tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya
dirakit kembali.”
Pertanyaannya sekarang, siapa yang akan membangkitkan
tulang belulang yang sudah hancur itu? Karena seakan-
akan keajaiban ini tidak bisa di nalar oleh logika kita
selaku insan yang memiliki akal. Beda lagi kalau kita
hanya di tuntut untuk beriman dengan rahasia allah ini.
Satu ayat yang mungkin bisa menjawab permasalahan ini
ialah yang terdapat pada surat Yaasin, ayat 78-79 yang
artinya: “Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan
dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang
dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur
luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang
menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha
Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).
Kedua dasar dalam islam ini (al-Qur’an dan al-Hadits)
sudah cukup menjelaskan tentang kebesaran dan keajaiban
allah dalam hal penciptaan manusia dan kebangkitannya
nanti. Dan selama ini kita hanya dituntut untuk beriman
terhadap keterangan-keterangan al-Qur’an yang di yakini
kebenarannya.
Tanpa kita dituntut untuk mengetahui apakah hal itu masuk
akal apa tidak? Bagaimana orang yang sudah mati
beberapa abad yang lalu bisa hidup kembali?. Apakah hal
itu benar adanya apa tidak? Yang jelas kalau kita nalar
dengan pikiran kritis, permasalahan itu sudah pasti akan
menemukan titik buntu, tidak akan menemukan
jawabannya.
Bukti Ilmiah
Belasan abad lamanya, keterangan al-Qur’an dan Hadits
tersebut, terkait dengan adanya tulang ekor hanya menjadi
hal yang ghaib, dipertanyakan hingga tidak menemukan
pangkal ujungnya.
Berselang berjalannya waktu dan bergantinya zaman,
penelitian ilmiah mencoba meneliti tulang ekor itu, dan
mereka membenarkan hadits tersebut, bahwa tulang ekor
itu tidak akan hancur walaupun dibakar atau di didihkan,
atau cara lain yang bisa menghancurkan dia. Ternyata dia
tidak bisa hancur, meskipun dia di hancurkan, dia akan
membentuk bagian sendiri.
Dan setelah diteliti lebih lanjut, ternyata penciptaan
manusia memang berawal dari tulang ekor tersebut.
Mereka sepakat bahwa tulang ekor merupakan bagian
pertama yang tumbuh dari janin, yang biasa disebut
dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk
pada minggu ketiga.
Masalahnya sekarang, siapa saja yang membuktikan
kebesaran allah dalam ranah penelitian ilmiah ini?
Orang yang sangat berjasa dalam penelitian ini dan orang
yang pertama kali meneliti tentang tulang ekor ini ialah
Hans Spemann, seorang ilmuan dari Jerman bersama
timnya, dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan
adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula.
Dalam penelitiannya, ia memotong tulang ekor dari
sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam
embrio Organizer atau pengorganisir pertama. Pada saat
sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan
janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia
terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak.
Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio)
yang memiliki dua lapisan.
Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblast
s, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding
uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan
kelenjar pada dinding uterus.
Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah
ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari
ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang
embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive
node (gumpalan sederhana).
Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti
ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.
Ø Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
Ø Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive
(pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi,
jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine
(selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem
limpa, limpa dan kulit luar.
Ø Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim
digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang
berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan
pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan
saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang
mereka sebut sebagai Tulang Ekor.
Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang
ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan
suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat
lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba
mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih
dalam tahap permulaan embrio.
Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk
janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun
telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini
tidak ‘hancur’.
Perjalanan penelitian Hans Spemann dan timnya dimuali
sejak tahun 1931, mereka mencoba mengisolasi pita
pertama tersebut dan menanamkannya pada salah satu
gen hewan amfibi. Ternyata sel itu tumbuh pada poros lain
di luar poros janin indungnya.
Pada tahun 1932 mereka juga mengisoalasi pita pertama
tersebut lalu mendidihkannya untuk kemudian ditanam
pada janin lain. Ternyata ia tetap menumbuhkan sel-selnya
secara mandiri, tidak terpengaruh oleh proses pendidihan
tadi.
Akhirnya pada tahun 1935 Hans Spemann dianugerahi
Nobel dalam bidang biologi sebagai penghargaan atas
penemuan The Primary Organizer dan perannya dalam
penciptaan seluruh struktur jaringan, organ dan sistem
janin. Ia juga menemukan bahwa organ ini tidak akan
musnah untuk selama-lamanya.
Perkembangan ilmu pengetahuan semakin berkembang,
sehingga merangsang ilmuan muslim untuk meneliti dan
membuktikan sendiri tentang kebesaran allah ini.
Ilmuan muslim itu ialah Dr. Othman al Djilani dan Syaikh
Abdul Majid, mereka berdua melakukan penelitian pada
bulan Ramadhan 1423 H, yang di mulai dengan
memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10
menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat.
Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki
Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti
oleh Dr. al Olaki, pfofesor bidang histology dan pathologi
di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada
jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu
dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.
Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir,
sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer
Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka
puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk,
“Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini
merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir
hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan
baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan
berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih
atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau
kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya,
dan semakin banyak energy negatif atau keburukan
seseorang, maka semakin hitamlah tulang ekornya.
Bukti Kebesaran Allah
Dari penelitian tersebut, dapat kita lihat bahwa balasan
pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari
tulang ekor inilah, manusia akan kembali diciptakan, dan
mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-
amal mereka.
Manusia akan dibangkitkan kembali sesuai dengan tipe
masing-masing tulang ekornya. Jika tulang ekor ini milik
si A maka dia akan bangkit sebagai A, jika tulang ekor itu
milik si B maka dia akan bangkit sebagai B.
Dan akhirnya, segala memori yang tersimpan di dalamnya
akan terbuka lembar demi lembar serta satu persatu tanpa
terkecuali, semuanya tergantung dari perjalanan hidup yang
dilalui masing-masing pemilik tulang ekor. Kelak di
akhirat, tiap-tiap memori dalam tulang ekor pasti akan
dibuka seperti rekaman LCD di sebuah layar besar
Pengadilan Allah.
Hal ini sesuai dengan firman allah QS. Al Kahfi: 49, yang
artinya: "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat
orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang
(tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil
dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya
seorang juapun".

Dari penelitian ini sebenarnya kita harus berfikir dan harus
bisa mengambil hikmahnya, bahwa sesungguhnya memang
benar semua firman allah yang telah dijelaskan dalam al-
Qur’an. Sehingga pertanyaan-pertanyaan yang menghantui
kita benar-benar terjawab dengan puas ketika kita mengetahui keterangan al-Qur’an bisa dibuktikan dengan
penelitian ilmiah.

Subhanallah, benar-benar menakjubkan.Pengadilan Allah.
Hal ini sesuai dengan firman allah
QS. Al Kahfi: 49, yang
artinya: "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat
orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka
kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil
dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka
kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".


Dari penelitian ini sebenarnya kita harus berfikir dan harus
bisa mengambil hikmahnya, bahwa sesungguhnya memang
benar semua firman allah yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an. Sehingga pertanyaan-pertanyaan yang menghantui
kita benar-benar terjawab dengan puas ketika kita mengetahui keterangan al-Qur’an bisa dibuktikan dengan
penelitian ilmiah.
Subhanallah, benar-benar menakjubkan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hari kebangkitan kiamat manusia akan di bangkitkan dengan tulang sulbi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel