kelanjutan dari kasus "mandi" olie bekas di Sleman Yogyakarta


News jambi berita99- yogyakartaInilah kelanjutan dari kasus "mandi" olie bekas di Sleman,
Yogyakarta.

-----------------------
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan tanggung
jawab moral terhadap penayangan kasus pencurian handel
persenelling kaki bekas dan Mandi Olie, berikut kami
sampaikan hasil chek and rechek kami, pihak-pihak yang
kami temui :
1. Pemilik Bengkel Mega Motor Kadus di TKP.
2. Kepala Desa Wonokerto Turi Sleman.
3. Tramtib dan TKSK Kecamatan Turi Sleman.
4. Kapolsek Turi Sleman.
5. Keluarga Anak ALD di Bayeman.
6. Bapak Sutopo, Bayeman Bangunkerto Turi Sleman.
7. Warga masyarakat Bayeman Bangunkerto Turi Sleman.
8 dan anak ALD selaku korban kekerasan terhadap anak.
Tim terdiri dari :
1.sdr Ariyanto Wibowo,SH
2. Dyah Aya S.
3. Tosan Aji,
4. Wahyu Hermawan,
5. Giya Giyarti.
6. Dewi Damay.
7. DevhinAa Ephitha.
8. Masy Hadi Urc
Dengan serapan informasi sebagai berikut. :
Hasil penelusuran Kasus : Tindak kekerasan dan main
hakim sendiri terhadap anak pelaku pencurian.
Di duga pelaku main hakim :
Sekelompok orang termasuk pemilik Bengkel dan Tokoh
Formal, Kadus setempat.
Lokasi : Halaman Bengkel Mega Motor. Jln Dewi Pule,
Wonokerta Turi Sleman.
Korban main hakim sendiri atas nama ALD. Alamat
Bayeman, Bangunkerto. Turi Sleman.
Kronologi awal. :
ALD dan dua orang temannya, mengalami putus rantai
sepeda motornya. Kemudian melakukan perbaikan rantai
tersebut dengan jasa montir/bengkel Mega Motor.
Setelah selesai pembetulan rantai sepeda motor mereka
beranjak pergi. Namun diketahui dari rombongan ketiga
anak tersebut di antaranya mengambil onderdil bekas
berupa pedal persnelling bekas di bengkel tersebut.
Setelah ditegur dua anak lain berhasil lolos dan hanya ALD
yang bisa ditangkap oleh orang yang memergoki kelakuan
mereka.
Setelah tertangkap, anak tersebut ditanyai/dimintai
keterangan perihal nama, alamat dan mengakui tindakan
pencurian barang tersebut di atas.
Atas pengakuannya tersebut diberikan pilihan penyikapan
anak ALD sebagai bentuk hukuman/pertanggungjawaban
anak ALD atas perbuatan pencuriannya.
1. Orang tuanya disuruh menghadap warga di TKP,
2. Warga membawa anak ALD kepada orangtuanya.
3. Anak ALD melapor kepada pak Dukuh Bayeman atas
pencurian pedal persnelling milik bengkel/Sdr. Arif.
4. Menyiramkan oli bekas Tap-tapan dari jerigen kepala
dan wajahnya.
Karena anak ALD ketakutan untuk memilih opsi satu, opsi
dua dan opsi tiga (khawatir perbuatannya diketahui orang
dikampungnya maka Ald memilih untuk menggrujuk kepala
dan wajahnya dengan olie bekas. Ketika ALD MEMILIH
opsi empat inilah yang digunakan oleh kelompok pelaku/
penggagas untuk dalil dan dalih, bahwa mereka tidak
memaksa anak itu karena anak tersebut yang memilih opsi
guyur olie. Dan berlangsunglah adegan realistik
sebagaimana terekam oleh kamera yang dan menjadi
video yang sudah sama sama kita lihat.
Perlu diketahuu bahwa ALD ini adalah anak yatim piatu
dari alm Pasangan ibu dan bapak Waris yang sudah
mendahului berpulang. Bapak Waris meninggal karena
jatuh dari pohon saat memetik buah kelapa.
Kondisi kesehatan /keadaan umum jasmani Korban setelah
kasus dalam keadaan sehat, sore hari tadi ada kunjungan
dokter dan tim kesehatan dari dokkes Polri.
Terdapat kekurangan daya dengar telinga tetapi memang
kurang nya pendengaran tersebut dari sejak sebelum
kasus.
Tindak lanjut yang berkaitan dengan hukum dan tindak
pidana kekerasan terhadap anak atau pun pencurian
dengan pelaku anak-anak, sepenuhnya diserahkan kepada
Pihak pihak terkait terutama pihak kepolisian.
Anak ALD saat ini diasuh oleh saudara sepupu ayahnya
alm Waris, Yaitu Bapak Sutopo. Yang juga tinggal di
Bayeman Bangunkerto, Turi Sleman, Seorang Anggota TNI
yang bertugas di Kodim Sleman. Dengan Pak Sutopo inilah
kita melakukan koordinasi sinergis untuk membantu Anak
ALD. Untuk kebutuhan kebutuhan fisik maupun non
fisiknya. Saat ini yang nampak pada diri dik ALD adalah
terindikasi adanya sedikit 'luka bathin' akibat tekanan
tekanan dari peristiwa tersebut. Kebutuhan psikolog
dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa dan kemungkinan
melakukan trauma healing.
Simpati kepada anak ini sudah ada sejak sebelum kasus
ini. Dari masyarakat sekitarnya. Sejak kasus ini, perhatian
masyarakat dusun dan tokoh masyarakat sekitar semakin
menguat.
Tags:
Reaksi:
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Loading...